Minggu, 23 Desember 2018

Kebijakan Impor Pemerintah Dinilai Tumpul

Data Ekonomi Indonesia menyebutkan Defisit Neraca dagang Indonesia semakin meninggi. Tingginya defisit neraca dagang Indonesia disebabkan faktor ketidakpastian global akibat perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Perang dagang tersebut memeunculkan banyak kebijakan untuk pembatasan impor dari kedua negara tersebut. Akibatnya, Indonesia kebagian getahnya karena Tiongkok dan Amerika Menjadi negara dengan nilai ekspor terbesar bagi Indonesia. Dilansir dari Databoks, Upaya pemerintah untuk menekan defisit neraca dagang adalah dengan cara menerapkan kebijakan B20 yakni mencampur CPO kedalam Bahan Bakar Jenis Solar untuk menekan impor migas, dan lain sebagainya.
Databoks
Databoks

Namun, sayangnya kebijakan tersebut belum mampu menekan angka defisit neraca dagang Indonesia. Hal ini disebabkan karena komoditas ekspor Indonesia belum dapat terserap maksimal akibat perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Lalu, komoditas impor apa saja yang masuk ke Indonesia ? produk Mesin dan Pesawat mekanik tetap menjadi komoditas impor yang paling utama masuk ke Indonesia. Dilansir dari Data Bisnis via BPS (badan pusat statistik) menyebutkan bahwa nilai Impor golongan barang mesin dan pesawat mekanik pada periode bulan Januari sampai dengan November 2019 telah mencapai 24,72 miliar dolar Amerika Serikat.

Banyaknya jumlah tersebut dinilai naik sebesar 25,89% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun yang lalu yakni bulan Januari sampai November 2017 (YoY). Berdasarkan https://databoks.katadata.co.id/, Kontribusi nilai impor komoditas mesin dan danpesawat mekanik dalam periode 11 bulan pertama tahun 2018 ini telah emncapai angka sebesar 17% dari keseluruhan nilai impor non migas yang bernilai sebesar 145,5 miliar dolar amerika serikat. Hal ini menjadikan impor untuk golongan mesin dan pesawat mekanik yang terbesar jika dibandingkan dengan impor golongan barang yang lain yakni mesin/peralatan listrik dan baja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar